• Agama Islam
  • Artikel PKN
  • Kesehatan
  • Belajar English
  • Kisah Islami
  • Trend Berita
  • Ruang Pribadi
  • 9/23/2012

    Peristiwa Dalam Sakaratul Maut dan Terpisahnya Roh dari Jasad Serta Siksaan dan Kenikmatan di Alam Barzah.

    Peristiwa Dalam Sakaratul Maut dan Terpisahnya Roh dari Jasad Serta Siksaan dan Kenikmatan di Alam Barzah.

    Peristiwa Sakaratul Maut dan Terpisahnya Roh dari Jasad Serta Hal-hal yang Berhubungan Dengan Siksaan dan Kenikmatan di Alam Barzah berdasarkan dalil-dalil berikut ini :

    Allah SWT berfirman:
    "(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak, se­sungguhnya itu adalah perkataan yang diu­capkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding-dinding sampai hari mereka dibang­kitkan" (QS. Al-Mu’minun 99-100).

    “….dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang sangat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pagi dan petang dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan ke­pada Malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras." (QS. A1-Mu'min: 45-46)


    Dan Barra' (ra), ia berkata: "Pada suatu saat kami bersama Rasulullah Saw mengantar jenazah salah seorang dari kaum Anshar hingga ke kubur. Seusai mayat itu dikubur, Rasulullah duduk di atasnya dan kami pun duduk di sekitarnya, yang mana di atas kepala kami seolah-olah ada seekor burung. Di tangan Rasulullah terdapat sepotong kayu yang dicocok-cocokkannya di tanah. Lalu ia menengok ke atas seraya berkata: "Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksa kubur!" Kata-kata ini diulangi sampai dua dan tiga kali, lalu berkata: "Bahwasannya orang mu'min apabila maut datang kepadanya maka turunlah seorang Malaikat yang berwajah putih berseri bagaikan matahari. Mereka membawa kafan-kafan dan cendana-cendana dari surga, lalu mereka duduk di dekatnya sambil membuka matanya."

    Kemudian datanglah Malaikat maut di sekitar kepalanya seraya berkata: "Wahai jiwa yang te­nang! "Keluarlah dan kembalilah kepada ampunan Allah dan keridhaan-Nya!" Nabi bersabda: "Maka keluarlah roh dan mengalir dari tubuhnya sebagai­mana mengalirnya tetesan dari minuman. Kemudian para Malaikat mengambil roh itu dan mele­takkannya pada sesuatu yang ada pada kedua tangan mereka, lalu memasukkannya ke dalam kafan-kafan itu. Maka keluarlah dari roh itu bau­-bauan seperti bau kesturi." Nabi bersabda: "Ti­daklah mereka naik ke langit bersama roh dan melewati Malaikat kecuali mereka mengatakan: "Apakah bau yang harum ini?" Sahut mereka: "Ini adalah Fulan yang menyebutnya dengan ke­baikan namanya dan ketika di dunia dia dipanggil dengan "roh yang baik". Setelah mereka sampai di langit dengan roh, mereka meminta supaya di­bukakan pintu langit, maka terbukalah pintu-pintu langit bagi mereka. Pada setiap langit ada Malai­kat yang mengiringinya sehingga mereka sampai ke langit yang ke tujuh. Lalu Allah berfirman: "Tuliskanlah kitabnya (catatan amal) pada tempat yang tertinggi (illiyyin) dan kembalikanlah roh hambaku ini ke jasadnya di bumi!"

    Dan Malaikat yang berwibawa datang kepa­danya lalu memberikan pertanyaan kubur : "Siapakah Tuhanmu?" Ia menjawab: "Tuhanku Allah SWT." Dan apakah agamamu? Agamaku Islam. Dan siapakah orang yang diutus kepada kamu ini? Ia adalah utusan Allah di mana Al-Qur'an diturunkan kepadanya dan aku mengimaninya serta membenarkannya. Kemudian terdengarlah suara yang memanggil da­ri langit: Benarlah hamba-Ku ini, dan hendaklah kalian memasang hamparan dari surga serta pakai­kanlah untuknya pakaian dari surga dan bukakan­lah pintu-pintu surga baginya. Nabi bersabda: 'Dan datang kepadanya bau harum dari surga dan menjadi luaslah kuburnya sepanjang penglihatan mata, Kemudian datang seorang laki-laki yang elok rupanya dengan memakai pakaian yang bagus dan harum semerbak baunya, seraya mengatakan: "Bergembiralah kamu dengan apa yang menyenangkan kamu! Inilah hari yang Aku janjikan kepadamu." Lalu mayat bertanya: "Siapakah engkau yang bermuka penuh dengan kebaikan? Ia menjawab: "Aku adalah amal saleh­mu ketika di dunia."

    Adapun bagi orang kafir apabila maut datang kepadanya, turunlah malaikat yang berwa­jah hitam legam dengan membawa pakaian azab. Mereka duduk menjauh daripadanya sejauh pandangan mata. Lalu datanglah Malaikat maut dan duduk di dekat kepalanya seraya berkata: "Wahai jiwa yang jahat! Keluarlah kepada kemur­kaan Allah! Lalu dicabutlah roh dari jasadnya bagaikan dicabutnya besi yang panas dari bulu domba yang basah. Kemudian Malaikat me­ngambil roh itu dan memasukkannya ke dalam pakaian azab dan keluarlah dari roh itu bau­-bauan yang busuk yang terdapat di permukaan bumi.

    Kemudian mereka membawa roh naik ke langit dunia dan melewati para Malaikat yang seraya bertanya: "Apakah bau yang busuk ini? Sahut mereka: "Ini adalah Fulan yang menyebut­nya dengan keburukan namanya dan ketika di dunia dia dipanggil dengan "roh yang buruk". Setelah mereka sampai di langit dengan roh, mereka meminta supaya dibukakan pintu langit tapi tidak dikabulkan bahkan langit ditutup dengan rapatnya. Nabi bersabda: "Pintu-pintu langit tidak dibukakan bagi mereka dan mereka tidak akan masuk surga." Kemudian Allah berfirman : "Tuliskanlah kitabnya (catatan amal) ke dalam Sijjin, yaitu tempat yang paling rendah di mana dicatatnya segala perbuatan orang-orang yang durhaka." Lalu Allah berfirman: "Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung-burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh."

    Kemudian rohnya dikembalikan ke jasadnya dan datanglah kedua malaikat dan duduk di dekatnya lalu menanyakan: "Siapakah Tuhanmu?" Jawabnya: "Entah saya tidak tahu." Lalu malaikat bertanya lagi: Apakah agamamu? Sang mayat menjawab: Entah saya tidak tahu. Malaikat bertanya lagi untuk yang terakhir kalinya: Apakah yang engkau ketahui tentang laki-laki yang diutus untuk kalian yaitu Muhammad? Ia menjawab: Entah saya tidak tahu." Maka terdengarlah suara yang memanggil dari langit : "Dustalah orang ini, maka hendaklah kalian memasang hamparan dari neraka dan bukakanlah baginya pintu neraka. "Lalu neraka pun menghembuskan panas dan racunnya, dan kuburnya dipersempit hingga hancur lebur tulang rusuknya.

    Kemudian datang kepadanya seorang lelaki yang berwajah hina dan pakaian buruk berbau busuk seraya berkata: bergembiralah kamu dengan apa yang menyusahkanmu. Inilah hari yang telah engkau janjikan." Lalu sang mayat bertanya dengan keheran-heranan: Siapakah engkau yang bermuka dengan kekejian? Lelaki itu menjawab: "Aku adalah amalan burukmu ketika di dunia." Dan mayat berkata: "Ya Tuhan! Janganlah engkau bangkitkan hari kiamat, ya Tuhan! Janganlah engkau bangkitkan hari kiamat." (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Hakim, dan Hadits ini dibenarkan oleh Bukhari dan Muslim serta diakui oleh Al-Zahabi dan Albani.)

    Demikianlah peristiwa sakaratul maut berdasarkan hadits-hadits nabi Muhammad SAW. semoga tulisan ini bermanfaat.

    You Might Also Like:

    Disqus Comments