• Agama Islam
  • Artikel PKN
  • Kesehatan
  • Belajar English
  • Kisah Islami
  • Trend Berita
  • Ruang Pribadi
  • 3/31/2014

    Kelebihan dan Keistimewaan Al-Qur'an

    Kelebihan dan Keistimewaan Al-Qur'an

    Rasulullah SAW bersabda: "Orang terbaik di antara kalian adalah orang yang mengajarkan Al-Qur'an (mu'allim) dan yang mempelajarinya (muta'allim)". Allah menjamin kehidupan yang lapang bagi orang yang mempelajarinya. Allah juga memberikan banyak kemudahan hidup kepada para pengkaji Alquran. Sudahkah kita membaca Al-Qur'an dengan nikmat? Sudahkah kita komitmen untuk tetap membaca dan mempelajari Al-Qur'an?

    Jika belum, segeralah mempelajari Al-Qur'an. Lalu, jadilah para pengkaji dan penikmat Al-Qur'an. Dengan begitu, kita akan dapat menduduki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah. Jika tidak, kita akan menduduki tempat yang sangat rendah. Bahkan, kita bisa disebut sebagai makhluk yang lebih rendah daripada binatang. Renungkanlah ayat berikut!

    "Mereka, manusia, mempunyai hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah. Dan, mereka mempunyai mata, tetapi tidak digunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah. Dan, mereka mempunyai telinga, tetapi tidak digunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Itulah orang-orang yang seperti binatang ternak. Bahkan, mereka lebih sesat lagi. Itulah orang-orang yang lalai" (QS. Al-A'raaf : 179).


    Ada banyak kelebihan dan keistimewaan Al-Qur'an. Kelebihan itu tidak dapat dilangkahi oleh kitab mana pun. Mengapa? Karena kelebihan ini telah dipastikan oleh Allah. Dialah Sang Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Alquran akan tetap dijaga oleh-Nya.
    1. Al-Qur'an merupakan ikhtisar ajaran tauhid dari kitab sebelumnya.
    Taurat, Zabur, dan Injil. Ajaran tauhid itu disebarkan oleh para nabi dan rasul. Al-Qur'an membenarkan ajaran kitab suci yang dibawa para nabi. Di dalamnya, Al-Qur'an memuat peribadatan kepada Allah (ubudiyah), keimanan kepada Allah dan hari akhir, dan keharusan beramar ma'ruf nahi munkar.

    "Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa kebenaran (mushaddiq), membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, dan batu ujian (muhaiminan) terhadap kitab-kitab yang lain itu"
    (QS. al-Maidah, 5 : 48).

    Al-Qur'an adalah "muhaiminan", penguji dan pemeriksa keabsahan (sah-tidaknya; benar ­tidaknya) kitab-kitab sebelumnya. Perubahan yang dilakukan Bani Israil terhadap Taurat dan Injil dijelaskan oleh Al-Qur'an. Banyak ahli meyakini bahwa Injil yang sekarang ini sudah banyak mengalami perubahan. Di dalamnya termuat kisah-kisah yang menghina para nabi.

    2. Susunan dan struktur kalimatnya rapi.
    Karena rapi, siapa pun yang mempelajarinya akan mudah paham. Namun, untuk mempermudah pemahaman Al-Qur'an, kita harus mempelajari bahasa Arab. Mengapa? Karena bahasa yang digunakan oleh Al-Qur'an adalah Arab.

    "Inilah kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi. Dan, ia dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi Allah yang Maha bijaksana lagi Mahatahu" (QS. Huud, 1).

    "Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Al-Qur'an yang serupa mutu ayat-ayatnya lagi berulang-ulang. Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya. Lalu, menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah. Dengan kitab itu, Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya"
    (QS. Az-Zumar, 23).

    3. Seluruh kandungan Al-Qur'an adalah kebenaran dan kejujuran.
    Al-Qur'an memuat petunjuk bagi manusia tentang cara berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Allah menjamin bahwa bangsa yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam membangun masyarakat, Dia akan menuntun rakyat agar cenderung kepada perbuatan baik. Lalu, baiklah seluruh warga masyarakat negara itu. Bagaimana dengan warga masyarakat negara kita?

    "Kami jadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka untuk mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat dan menunaikan zakat" (QS. al-Anbiya, 21 : 73).

    4 Terpelihara dari campur tangan manusia.
    Hingga kini, upaya pemalsuan Al-Qur'an terjadi. Namun, upaya itu tidak pernah berhasil. Mengapa? Karena Allah menjamin untuk tetap menjaganya. Buktinya, tindakan menerbitkan Al-Qur'an palsu bernama Furqan al-Haqq oleh kaum kafir berhasil dibongkar.

    "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an. Dan sesungguhnya, Kami pula yang benar-benar memeliharanya" (QS. al-Hijr, 15 : 9). 

    5. Al-Qur'an sesuai dengan kebenaran ilmu dan pengetahuan modern.
    Al-Qur'an adalah firman Allah Yang Mahatahu sehingga mustahil kandungannya bertentangan dengan sesuatu yang diketahui-Nya. Beberapa penemuan para ahli semakin meyakinkan bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang berpihak pada ilmu.

    "Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap ufuk dan diri mereka sendiri sehingga jelaslah bahwa Al-Qur'an itu benar" (QS. Fushilat, 41 : 53).

    Ada beberapa contoh ayat yang berkenaan dengan ilmu modern. Misalnya, tentang proses terbentuknya alam semesta dan asal-usul kehidupan.
    • Teori Big-Bang (ledakan besar) yang menyatakan, alam ini awalnya satu. Karena ledakan yang besar, ia terpecah menjadi beberapa planet. "Langit dan bumi itu, dulu, keduanya adalah sesuatu yang padu, lalu kami pisahkan" (QS al-Anbiya, 21 : 30).
    • Para ahli biologi menyebutkan bahwa setiap benda mengandung kadar air. Mengapa? Karena sesuatu tercipta dari air. "Kami jadikan segala sesuatu yang hidup itu dari air" (QS. Al-Anbiya, 21 : 30).
    • Peredaran matahari dan bulan menjadi penentu perhitungan tahun. Maka, lahirlah nama tahun Syamsiah (Masehi) dan Qamariah (Hijriah). "Ditetapkan-Nya manzilah-manzilah bagi perjalanan bulan (dan matahari) itu supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu" (QS. Yunus, 10 : 5). Dapatkah kita mengetahui usia kita tanpa menghitung peredaran matahari dan bulan?

    You Might Also Like:

    Disqus Comments