• Agama Islam
  • Artikel PKN
  • Kesehatan
  • Belajar English
  • Kisah Islami
  • Trend Berita
  • Ruang Pribadi
  • 1/23/2014

    Cerita Anak Islam 2 : Memancing Ikan Ke Tengah Laut

    Cerita Anak Islam 2 : Memancing Ikan Ke Tengah Laut

    Kisah yang akan diceritakan pada kesempatan kali ini kami beri judul : Cerita Anak Islam 2 : Memancing Ikan Ke Tengah Laut.

    Farhan mempunyai ayah yang bekerja sebagai nelayan. Setiap hari ayahnya mendayung perahu ke tengah laut untuk memancing ikan di sana. Ikan hasil tangkapannya kemudian dijual untuk mendapatkan uang guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya.

    Hari itu Ayah Farhan tidak pergi melaut, sehingga teman-temannya mengajak Farhan untuk pergi memancing ikan ke tengah laut dengan menggunakan perahu ayahnya. Sesampainya di tengah laut, mereka berhenti mendayung perahunya untuk mulai memancing ikan.

    "Turunkan jangkar, Rik.!" Seru Azis kepada salah satu temannya. Arik pun menurunkan jangkar perahu.

    Mereka mulai mengeluarkan kail dari tasnya masing-masing, memasang umpan dan mulai memancing. Baru beberapa menit saja memancing, mereka sudah berhasil mendapatkan ikan yang banyak.


    "Horee..!! Aku dapat ikan Kakap Merah.!" Teriak Hakam girang.
    "Aku juga dapat ikan Kakap.!" Jawab Azis
    "Aku juga dapat ikan Kerapu.!" Sahut Farhan, sambil menunjukkan ikan hasil tangkapannya.

    Ketika anak-anak itu sedang asyik memancing, tiba-tiba ombak besar datang. Perahu yang mereka tumpangi menjadi terombang-ambing ke kiri dan ke kanan. Air laut pun sebagian masuk ke dalam perahu mereka.

    "Waduh, perahu kita kemasukan air.!" Teriak Arik.
    "Kuras airnya pake ember.!" Jawab Hakam. Arikpun cepat-cepat mengambil ember yang ada di bagian belakang perahu dan mulai mengurasnya.
    "Ya Allah! Selamatkanlah kami.!" Azis berdo'a dengan mata yang hampir menangis karena ketakutan.
    "Zis, Tarik Jangkar.! Kita pulang saja!" Arik menyuruh Azis mengangkat jangkar perahu. Dan Azis pun menuruti perintah temannya. Tapi ia kesulitan mengangkat jangkar itu.
    "Jangkarnya berat sekali.! Sepertinya menyangkut di karang.!" teriak Azis.

    Mereka mencari akal bagaimana caranya agar jangkar itu terlepas dari karang. Tapi ombak laut semakin besar dan perahu mereka semakin terombang-ambing hampir terbalik.

    "Ada yang bawa pisau?" Tanya Farhan. Tapi tak satupun dari teman-temannya yang menjawab.
    "Kita cari saja di belakang perahu" Hakam mengusulkan.

    Mereka kemudian mencari pisau di bagian belakang perahu, dan berhasil menemukan potongan pisau tua yang tumpul dan berkarat, terselip di bawah lampu petromak. Kemudian Azis memotong tali jangkar perahu menggunakan pisau tumpul itu dengan susah payah.

    "Alhamdulillah, Akhirnya putus juga" seru Azis girang.
    "Alhamdulillah..!!" Jawab teman-temanya yang lain sambil tersenyum senang.

    Mereka pun mulai mendayung perahunya untuk kembali pulang. Tapi ombak yang besar itu tidak berhenti mengombang-ambingkan perahu yang mereka tumpangi, sehingga kembali dengan susah payah mereka harus menaikkan layar perahu agar lebih cepat melaju. Dan Alhamdulillah, mereka akhirnya kembali ke pesisir pantai dengan selamat.

    Moral : Kerjasama akan mempermudah sesuatu yang tampaknya sulit. Dan ketika kita menghadapi sebuah kesulitan, jangan lupa untuk berdo'a meminta pertolongan Allah serta mengucap Alhamdulillah ketika mendapatkan sesuatu yang menyenangkan hati kita.

    Related Posts
    Disqus Comments