• Agama Islam
  • Artikel PKN
  • Kesehatan
  • Belajar English
  • Kisah Islami
  • Trend Berita
  • Ruang Pribadi
  • 4/01/2014

    Manusia Sebagai Makhluk Sosial (Makhluk Ijtima'iyyah)

    Manusia Sebagai Makhluk Sosial (Makhluk Ijtima'iyyah)

    Manusia sebagai makhluk sosial (makhluk ijtima'iyyah). Mengapa? Karena manusia tidak bisa hidup sendiri. Ia sangat bergantung kepada pihak lain. Itulah sebabnya, Allah menciptakan manusia dengan beragam perbedaan.

    Firman Allah dalam  QS Fathir, 35 : 28 yang artinya :
    "Di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warna dan jenisnya ..." (QS Fathir, 35 : 28).

    Firman Allah lainnya dalam  QS Al-Hujurat, 49 : 13 yang artinya :

    "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku" (QS Al-Hujurat, 49 : 13).


    Itulah sunnatullah, ketentuan hukum Allah. Sebuah masyarakat pasti terdiri dari orang tua, pemuda, dan anak-anak. Di dalamnya, ada senior atau orang yang lebih tua. Ada pula yunior atau orang yang lebih muda. Perbedaan itu diperlukan untuk menciptakan keserasian atau harmoni.

    Setiap diri kita memiliki kelebihan dan kekurangan. Itu sebuah kepastian yang sulit dihindari. Itulah keunikan kita sebagai manusia. Kekurangan seseorang ditutupi oleh kelebihan pihak lain. Kelebihan seseorang bisa diambil manfaatnya oleh orang lain yang memerlukannya. Ketika beragam warna pribadi itu berpadu, kehidupan bersama pun tercipta. Indah bukan?

    Sebuah lukisan akan tampak indah ketika perpaduan warnanya sangat serasi. Kehidupan masyarakat pun akan sangat serasi dan harmonis ketika setiap individunya berperilaku indah. Salah satu faktor pendukung kehidupan bersama yang indah adalah saling menghargai.

    Related Posts
    Disqus Comments