• Agama Islam
  • Artikel PKN
  • Kesehatan
  • Belajar English
  • Kisah Islami
  • Trend Berita
  • Ruang Pribadi
  • 4/08/2014

    10 Macam Perbuatan Dosa Besar dalam Islam

    10 Macam Perbuatan Dosa Besar dalam Islam

    Maksiat berarti tindakan durhaka. Maksiat merupakan lawan dari tindakan taat. Tindakan apa pun yang bertentangan dengan ketentuan Allah disebut maksiat. Tindakan inilah yang melahirkan dosa. Dosa yang paling berat adalah dosa besar (Al-Kabaa'ir).

    Ketika seseorang telah menganggap sepele terhadap perbuatan dosa, sejak saat itu, hatinya dipenuhi oleh titik hitam. Jika titik hitam di dalam hati dibiarkan, ia akan semakin berkarat. Alquran menyebutnya raana (sudah berkarat).

    Allah SWT berfirman : "Sekali-kali tidak demikian. Sebenarnya, apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka" (QS Al-Muthaffifin, 83 : 14).


    Ungkapan "apa yang selalu mereka usahakan" adalah perbuatan dosa yang terus-menerus dilakukan. Orang yang selalu berbuat maksiat adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya. Mengapa? Karena perbuatan dosanya itu akan menutupi fitrah tauhidnya. Dengan begitu, ia semakin jauh dari ridha Allah. Ia pun semakin jauh dari ketaatan kepada-Nya.

    Hati yang berkarat menjadi cikal bakal bagi hati yang keras seperti batu. Orang yang berhati keras seperti batu (al-qaswah) akan menolak nasihat kebenaran yang disampaikan kepadanya. Ketika dinasihati, ia akan menyumbat telinganya dengan jarinya. Itulah orang yang shummun (Tuli) bukmun (bisu), dan 'Umyun (buta).

    Menurut Allah, orang yang mengikuti hawa nafsunya itu seperti seekor anjing. Bagaimana sifat anjing itu? Dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah itu.
    "Perumpamaannya seperti seekor anjing. Jika kamu menghalaunya, diulurkannya lidahnya. Dan, jika kamu membiarkannya, ia mengulurkan lidahnya juga" (QS al-A'raf, 7: 176).
    Di dalam Alquran dan Sunnah, ada beberapa istilah yang menggambarkan perbuatan dosa atau maksiat. Misalnya, fahsya', munkar dan baghyu. Ketiga istilah ini berkaitan erat dengan kadar pelanggaran dan nilai dosa.

    Fahsya' (bentuk tunggalnya adalah fahisyah) segala perbuatan yang terlarang karena kekejiannya sangat nyata. Misalnya, syirik, berzina dan praktek riba pun termasuk fahsya'. Mengapa? Karena dua perbuatan ini menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi diri sendiri dan orang lain.

    Munkar adalah setiap perbuatan yang diingkari oleh fitrah nurani dan akal sehat. Bergaul bebas dan mengonsumsi narkoba merupakan bagian dari perbuatan munkar ini. Kata Rasulullah SAW, menjelang kiamat, perbuatan munkar akan semakin merajalela. Bukankah sekarang semakin banyak siswa yang meninggalkan shalat? Kebiasaan meninggalkan shalat adalah tindakan yang sangat ingkar. Itulah karakter generasi yang buruk.
    Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafiunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan (QS Maryam, 19 : 59).
    Baghyu sama dengan perbuatan zhalim. Baghyu adalah perbuatan melampaui batas dari kebenaran dan keadilan. Tindakan ini dilakukan secara terus menerus. Bani Israil adalah sekelompok orang yang biasa berbuat baghyu. Mengapa? Karena mereka merasa dengki kepada Rasulullah SAW.
    "Alangkah buruknya perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya" (QS al-Baqarah, 2 : 90).
    Orang yang sudah biasa melakukan dosa kecil, biasanya, akan menganggap remeh dosa besar (al-kabaa'ir). Mengapa? Karena setan telah menjadikan indah perbuatan maksiatnya itu. Ia sulit terlepas dari kemaksiatannya sendiri. Ia sudah menjadikan hawa nafsunya sebagai "tuhan". 10 macam perbuatan dosa besar dalam Islam antara lain sebagai berikut :

    1. Syirik atau menyekutukan Allah.

    Bertanya kepada paranormal, meyakini ramalan bintang, dan percaya kesaktian keris atau batu akik adalah bentuk syirik.
    "Allah tidak akan mengampuni dosa syirik" (QS An-Nisa, 4 : 48).
    2. Durhaka kepada orang tua ('uquuq al-waalidain).

    Berbuat baik kepada orang tua dilakukan misalnya dengan cara merawat keduanya saat sepuh, berkata mulia, dan memintakan ampun untuk keduanya.
    "Berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak" (QS An-Nisa, 4 : 36).
    3. Berzina
    "Janganlah kamu mendekati zina. Sungguh, zina itu adalah perbuatan yang keji, dan jalan yang buruk" (QS Al-Isra, 17 : 32).
    4. Membunuh jiwa tanpa alasan yang benar.
    Dalam Islam, vonis hukuman pidana yang paling tepat adalah qishash.
    "Diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita" (QS Al-Baqarah, 2 : 178).
    "Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka, seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia" (QS Al-Maidah, 5 : 32).
    5. Sihir (as-sir).

    Yakni ilmu tentang cara pemakaian pesona dan kekuatan gaib. Tenung, teluh, dan guna-guna termasuk ilmu sihir.
    "Setanlah yang kafir dan mengerjakan sihir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia" (QS Al-Baqarah, 2 : 102).
    6. Meninggalkan shalat dengan sengaja (tark ash-shalah).

    Rasulullah SAW bersabda : "Perbedaan hamba Allah dan orang kafir adalah meninggalkan shalat".
    "Generasi yang buruk adalah generasi yang menyia-nylakan shalat" (QS Maryam, 19 : 59).
    7. Mengabaikan zakat
    Yakni tidak membayar zakat padahal ia termasuk aghniya yang menjadi muzakki.
    "Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat" (QS Ali Imran, 3 : 180).
    8. Meninggalkan shaum Ramadhan.
    "Diwajibkan atas kamu berpuasa" (QS Al-Baqarah, 2 : 183).
    9. Mengabaikan perintah berhaji padahal ia mampu untuk melaksanakannya.
    "Mengerjakan haji itu kewajiban manusia terhadap Allah bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah" (QS Ali Imran, 3 : 97).
    10. Riba.

    Yakni praktek pemberian pinjaman dengan penetapan bunga sepihak dan berlipat ganda.
    "Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda" (QS Ali Imran, 3 : 130),

    "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah" (QS Al-Baqarah, 2 : 276),

    "Orang-orang yang memakan riba itu tidak dapat berdiri kecuali seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit gila" (QS Al-Baqarah, 2 : 275).
    Baca juga posting kami berikutnya yang berjudul :  Bentuk Dosa Besar dalam Islam

    Related Posts
    Disqus Comments