• Agama Islam
  • Artikel PKN
  • Kesehatan
  • Belajar English
  • Kisah Islami
  • Trend Berita
  • Ruang Pribadi
  • 4/08/2014

    Bentuk Dosa Besar dalam Islam

    Bentuk Dosa Besar dalam Islam

    Sesungguhnya, masih banyak al-kabaa'ir (dosa besar) yang dijelaskan di dalam Alquran dan Sunnah selain yang telah disebutkan pada posting sebelumnya yang berjudul 10 macam perbuatan dosa besar dalam Islam.

    Pada prakteknya, bentuk dosa besar dalam Islam itu sangat beragam. Ada yang aplikasinya berkaitan dengan raga-badan. Ada pula yang berkaitan dengan batin atau pikiran.

    a. Dosa batin.
    Dosa yang berkaitan dengan perilaku batin atau ruhani. Misalnya, syirik, dengki, riya, dan su'uzhan (prasangka buruk).
    • Dengki atau iri hati (hasud) termasuk dosa batin karena kebenciannya tersimpan di dalam hati. Biasanya, seorang pendengki akan menggunakan segala cara untuk menghancurkan orang yang dianggap sebagai lawannya. Sabda Rasulullah SAW : "Hasud itu menghapus kebaikan seperti api membakar kayu bakar".
    • Riya atau pamer, yakni memperlihatkan kebaikannya kepada orang lain. Orang munafik adalah orang yang suka berbuat riya. Ia ingin mendapatkan pujian dan penghargaan dari orang lain. Allah SWT berfirman : "Sungguh, orang munafik itu menipu Allah, ... mereka bermaksud riya dengan shalat di hadapan manusia" (QS an-Nisa, 4 : 142).
    • Su'uzhan artinya prasangka buruk, baik kepada Allah maupun manusia. Allah SWT berfirman : "Orang-orang munafik itu suka berprasangka buruk terhadap Allah" (QS Al-Fath, 48 : 6).
    b. Dosa pikiran.
    Berkaitan dengan penggunaan akal. Misalnya, berpikir liberal-sekuler dan thulul 'amal (Panjang angan-angan).
    • Pikiran liberal-sekuler adalah pikiran yang sangat bertentangan dengan Alquran dan Sunnah. Misalnya, ucapan bahwa semua agama itu sama atau shalat itu tidak wajib.
    • Thulul 'amal artinya panjang angan-angan atau mengkhayal, yakni ingin mendapatkan sesuatu, tetapi enggan berbuat. Ungkapan "kecil ingin dimanja, gede harus berfoya ­foya, tua akan kaya, dan mati pasti masuk Syurga"  termasuk thulul 'amal.
    c. Dosa lisan
    Berkaitan dengan perkataan atau ucapan. Misalnya Ghibah atau bergunjing tentang keburukan seseorang, fitnah, atau caci-maki terhadap sesuatu.
    • Ghibah artinya gunjingan tentang keburukan seseorang. Perbuatan yang mirip dengan ghibah adalah humazah dan lumazah.
    "Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela" (QS Al-Humazah, 104 : 1).
    • Fitnah berarti menyampaikan tuduhan tanpa bukti. Misalnya, seseorang menuduh temannya telah berbuat zina tanpa bukti. Fitnah bisa juga berarti kekacauan atau malapetaka. Menurut Allah, fitnah lebih kejam daripada membunuh.
    "Fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan" (QS Al-Baqarah, 2 : 191).
    d. Dosa perut
    Berkaitan dengan sikap konsumtif. Misalnya, terlalu banyak makan atau sikap berlebih-lebihan (israf), merokok atau mengonsumsi narkoba, dan memakan makanan yang haram.
    • Israf artinya berlebih-lebihan. Misalnya, merokok.
    "Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan" (QS al-A'raf, 7 : 31).
    • Korupsi atau berbuat curang dalam bisnis berarti mencari makanan haram.
    "Janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil" (QS Al-Baqarah, 2 : 188).
    e. Dosa Aurat (farj).
    Mengumbar aurat dan berzina, termasuk juga berhubungan dengan sesama jenis. Munculnya penyakit AIDS atau berbagai bencana adalah akibat langsung dan maraknya perbuatan zina.

    f. Dosa Mata, Tangan dan Kaki.
    Beberapa contoh hal-hal yang termasuk perbuaatan dosa mata, tangan dan kaki antara lain adalah :
    • Dosa mata adalah memandang sesuatu yang bukan hak kita, seperti melihat perempuan yang bukan mahram.
    • Dosa tangan adalah mengambil hak orang lain. Contohnya seperti mencuri ataupun membunuh.
    • Dosa kaki adalah melangkah atau melakukan sesuatu yang mengundang murka Allah.
    "Hari ini, Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka" (QS Yaasin, 36 : 65).

    Related Posts
    Disqus Comments