• Agama Islam
  • Artikel PKN
  • Kesehatan
  • Belajar English
  • Kisah Islami
  • Trend Berita
  • Ruang Pribadi
  • 12/11/2012

    Let's pray for Ina

    Let's pray for Ina

    Let's pray for Ina adalah sebuah renungan dari sahabatku Neng Ocha di facebook.

    Pagi ini tak ada yang bisa aku lakukan selain melamuni perkataan dokter tadi malam, meski bukan ia yang menentukan takdir kematian ku tapi tetap saja ia berperan membantuku dalam proses ikhtiar kesembuhanku. Aku cukup sabar dan menyayangi penyakit yang sang pencipta berikan untuku. jantung yang selalu berdegup kencang dan sakit yang terasa sampai ubun-ubun ini serta wajah yang membengkak saat kasihku mengingatkan bahwa aku harus lebih bersyukur ketika di berikan kesehatan. Saat ini yang aku inginkan hanyalah berduaan denganu kekasih, memadu semua resahku, menghamparkan semua derita kesakitan ini dan bersujud pada-MU sepanjang inginku mendapatkan ketenangan. Tiada terbersit dalam benakku tuk menikmati kesempatan akhir ini dengan bersenang-senang.


    Kali ini hanya bunda yang menjadi semangatku untuk tetap berjuang … aku tidak ingin sahabat-sahabat karibku tau bagai mana kondisiku saat ini … aku cukup mengikuti acara hang out mereka dan mengembangkan senyum di sela tawa mereka, hanya mereka yang mampu membuatku melupakan kondisiku ketika aku menghabiskan waktu dengan mereka. “aku sangat sayaaaaaaaaang kalian”, kalian bak jantung cadangan untuku … yang siap aku gunakan kala saja jantungku tak lagi berfungsi. kalian yang setia sejak masa sma hingga kini tanpa keluhan konflik-konflik yang kita lalui. Kalian selalu ada……. tuk hadirkan senyum bagi ceria kita. Sungguh benar kalian adalah warna warni dalam hidupku, sedang yang ku punyai hanyalah hitam putih, karna indah hidupku itu berkat kalian yang ukirkan pelangi dalam bingkai kerapuhan harapan ini. Sungguh aku tak butuh kamu, karna aku tak temui ketulusan niatmu untuk bahagiakan aku. Aku tak peduli dengan orang-orang yang hanya memiliki keegoisan diri yang menampakan satu sisi kebaikan dan menyembunyikan sisi yang lain. Aku hanya peduli dengan orang-orang yang sayang padaku.

    Dan tiba saatnya benar kurasakan, aku kini berada di penghujung pertahananku, sakiiiiit… bundaa...!!! sakitnyaaa …. !!! betapa sakit sakaratul maut ini, dalam jerit pekikan ini, aku tak ingin orang-orang yang kusayang merasakan sakit di sakaratul maut ini, timpahkanlah semua rasa sakit orang-orang yang sayang padaku, agar mereka tidak merasakan betapa sakit di cabutnya ruh dari tubuh milik-NYA ini. banyak sekali aku ingkari nikmat-nikmat-MU.

    Sahabatku ….. rasanya ingin kalian ada di sampingku saat terakhir aku pejamkan mata ini... sahabatku satu pintaku untuk kalian, jangan menangis saat kalian datang untuk melihat jasad ku, karna aku hanya inginkan do’a dari kalian. Karna aku ingin tetap tersenyum dalam penantian … hingga kalian menyusulku ke-surga. Sahabatku tenang saja, aku tidak akan menggantikan kalian dengan bidadari-bidadari di sana, aku hanya ingin menikmati bermain di sana dengan bidadari-bidadari tanpa sakit yang aku sembunyikan seperti saat aku menghabiskan waktu dengan kalian. Maavkan aku yang sering bersandiwara pada kalian, sering ku tersenyum namun senyumku adalah palsu … semata-mata hanya untuk menutupi rasa sakitku. Karna aku sama sekali tidak ingin melihat kalian sedih. Sahabatku aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal padamu, karna aku yakin kita akan bertemu dalam kehidupan yang lebih indah dan kekal di sana.

    Terimakasih telah membaca Let's pray for Ina.

    Related Posts
    Disqus Comments