• Agama Islam
  • Artikel PKN
  • Kesehatan
  • Belajar English
  • Kisah Islami
  • Trend Berita
  • Ruang Pribadi
  • 1/04/2014

    Cerita Anak Islam 1 : Playstation Azis

    Cerita Anak Islam 1 : Playstation Azis

    Pada kesempatan kali ini, kami ingin menuliskan sebuah cerita fiksi yang kami beri judul Cerita Anak Islam 1 : Playstation Azis.

    Azis adalah seorang anak kelas VI Sekolah Dasar (SD) yang sangat gemar bermain Playstation. Hari-harinya selalu dihabiskan dengan bermain PS, sampai-sampai dia lupa dengan waktu makan, waktu sholat, mengaji atau bahkan waktu bermain bersama teman-teman sebayanya. Di tengah malam pun dia sering terbangun untuk bermain Playstation.

    Ketika waktu makan tiba, ibunya sering marah-marah karena Azis tidak mau makan. Ketika dipaksa untuk makan pun anak itu hanya mau makan sedikit saja, sehingga badannya menjadi kurus. Ketika teman-temannya berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat dan mengaji, dia tidak mau beranjak dari depan PS nya. Atau ketika teman-teman sebayanya ramai-ramai pergi ke lapangan untuk bermain bola, dia lebih memilih permainan bola di PlayStation.

    Ayah dan Ibunya merasa sangat khawatir melihat kebiasaan anaknya itu, mereka sering menasehati agar jangan terlalu sering bermain PS, tapi Azis tidak pernah mau mendengarkan nasihat orang tuanya.


    Sampai suatu ketika, karena terlalu sering bermain Playsation, kurang makan serta kurang istirahat, akhirnya Azis jatuh sakit. Suhu badannya sangat panas dan tangannya menjadi bengkak. Orang tuanya langsung membawa Azis ke dokter. Setelah Dokter memeriksanya, kemudian Dokter itu menyarankan agar Azis mengurangi kebiasaan bermain PS serta harus banyak istirahat.

    Tapi Azis tetap membandel. Dia tetap tidak mau berhenti main PS meskipun dia sedang sakit, sehingga lama kelamaan sakitnya menjadi semakin parah. Sekarang suhu badannya semakin panas, tangannya tidak hanya bengkak, tapi juga tidak dapat digerakkan. Setiap kali ia ingin menggerakkan tangannya dia merasa kesakitan yang luar biasa. Akhirnya Azis pun harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.

    Guru dan teman-teman sekelasnya kemudian menjenguknya di Rumah Sakit. Mereka membawakan banyak makanan yang enak-enak. Tapi makanan itu menjadi tidak enak di mulut orang yang sedang sakit.

    Lalu Gurunya duduk di sisi tempat tidurnya, beliau menyentuh kening Azis sambil berkata "Azis, Teman-teman ingin sekali Azis kembali ke sekolah dan bermain bersama. Jadi, cepat sembuh ya.!"

    "Iya Bu.!" Jawab Azis dengan suara parau.

    "Bermain PS memang menyenangkan, tapi tubuh kita juga butuh istirahat, butuh makan dan butuh tidur. Kalau kita tidak memberikan waktu istirahat, waktu makan, dan waktu tidur untuk tubuh kita, maka tubuh kita akan sakit". Guru itu melanjutkan kata-katanya.

    "Iya Bu.!"

    "Kita juga tidak boleh melupakan sholat, melupakan untuk mengaji, karena semua itu adalah kewajiban kita sebagai hamba Allah. Bila kita meninggalkan kewajiban kita kepada Allah, maka kita akan berdosa".

    "Iya Bu.!" Jawab Azis datar.

    Sejak saat itu, Azis sadar dan merasa sangat menyesal karena terlalu sering bermain PS. Dia berjanji untuk mengurangi kebiasaan itu dan membagi waktu untuk belajar, shalat, ngaji, melakukan kegiatan yang berguna serta untuk istirahat.

    You Might Also Like:

    Disqus Comments